FfbrH7Hd32dBIzJfRUFjQOMyo355V6UzX2vYTtb5
7 Ciri-Ciri Orangtua Yang Salah Mendidik Anak, Apakah Kita Termasuk?

7 Ciri-Ciri Orangtua Yang Salah Mendidik Anak, Apakah Kita Termasuk?

Ciri-ciri orangtua salah mendidik anak
Dalam mendidik anak ada banyak hal yang harus diperhatikan mulai dari sisi kelakuan anak hingga minat dari anak itu sendiri. Setiap anak mempunyai karakter yang berdeda beda, jadi jangan memberikan perlakuan dan perhatian yang sama terhadap anak yang lainnya. Jadi Ayah dan bunda harus benar-benar memperhatikan mereka, jangan sampai salah dalam mendidik anak.

Berikut 7 Ciri-Ciri Orangtua Yang Salah Mendidik Anak

1. Sering mengeluarkan kata-kata sumpah serapah, makian, dan kutukan pada anak


Pernahkah kita mengucat kata makian pada anak kita? Astagfirulla, kata yang diucapkan orangtua biasa menajdi doa untuk buah hatinya, apalagi hardikan bisa merusak sel otak anak kita, janga pernah melakukan hal ini, karena sama sekali bukan contoh yang baik untuk anak. Suatu saat dia akan  meniru dan gantian menghujani kita dengan sumpah serapah.

2. Membanding bandingkan anak, baik dengan saudara kandungnya sendiri maupun dengan anak orang lain


Mungkin maksudnya ingin menyemangati, tapi percayalah... Membandingkan anak dengan orang lain sama sekali bukan cara yang tepat. Justru rasa percaya diri anak atau kepercayaan anak pada diri kita akan menurun jika sering dibanding bandingkan.

3. Menasehati anak atau memarahi anak didepan orang lain


Menasehati anak di depan orang lain bisa membuatnya malu karena tampak bodoh, apalagi sampai kalau sampai orangtua memarahi anak di depan umum. Anak akan merasa kehilangan harga diri, dan kemungkinan orang lain membully dirinya bisa lebih besar.

Ibunya saja memarahi dia, berarti kita pun boleh memarahi dia. Itulah sinyal yang ditangkap oleh sekitar.

4. Menyetir anak agar menjadi seperti yang orangtua inginkan


Anak diikutsertakan les bahasa inggris, les biola, les menyanyi, les berhitung, les mengaji. Astagfirullah...

Kalau anak memang senang dan mengerti mengapa ia mengikuti les, rasanya tidak ada salahnya, apalgi kalau ia menikmati semua les tersebut. Tapi kalau anak justru merasa stres dan bahkan dapat depresi, tolong ayah dan bunda hentikan menyetir anak mengikuti obsesi orang tua.

5. Selalu meminta anak memperoleh nilai terbaik dan tidak mentorelir kegagalan


Orangtua yang bijak akan memberi ruang untuk anak melakukan kesalahan dan membirakan mereka belajar dari kegagalan yang pernah dialamainya, karena menyadari pentingnya kegagalan mendidik anak lebih kuat dan bersabar.

Akan tetapi orangtua yang salah pola didiknya akan menerapkan cara perfeksionis dimana anak tidak boleh gagal sekalipun.

6. Jarang berinteraksi atau ngobrol bebas dengan anak


Hanya sekedar memakaikan anak baju, memandikan anak, menyuapi, dan meninabobokan tidaklah dapat dikatakan telah berinteraksi dengan anak.

Apakah kita sudah tahu kegiatan kesukaan anak? Pelajaran apa yang mereka anggap sulit? Siapa teman dekat mereka? Siapa guru yang mereka sukai? Dan apa yang terjadi hari ini di sekolah mereka? Kita akan mengetahui banyak hal tentang anak anak ketika mengobrol bebas dan lepas dengan mereka.

7. Ogah meng Upgrade diri dengan ilmu parenting terkini


Orangtua yang tidak mau tahu dengan ilmu parenting terkini berarti berarti tak mengerti tingginya kedudukan ilmu dalam islam. Banyak yang perlu dipelajari karena hubungan orangtua dengan anak bisa menjadi hubungan yang sangat rumit.

Semoga artikel ini bermanfaat ya, dan semoga Ayah dan Bunda bisa menjadi orangtua yang lebih bijak dalam mendidik anak, agar anak bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.

Baca Juga
SHARE
Ady Kusanto
Blogger pemula yang masih belajar
Newest Older

Related Posts

Subscribe to get free updates

1 comment

  1. yg bener aja coy, artikel copas ga cantumin sumber 🤣🤣

    ReplyDelete

Post a Comment