FfbrH7Hd32dBIzJfRUFjQOMyo355V6UzX2vYTtb5
Kesalahan FATAL Menganggap BRAND adalah MEREK

Kesalahan FATAL Menganggap BRAND adalah MEREK

Perbedaan brand dengan merek
Oleh : Subiakto Priosoedarsono

Ada yang mengatakan Brand adalah MEREK dan Merek adalah Brand. Hanya mengacu kepada terjemahan dari KBBI dan terjemahan google.

Dalam Workshop Bisa Bikin Brand, pak Subiakto telah menjelaskan secara gamblang bahwa MEREK itu Brand name. Nama dari perusahaan, nama tokoh, atau produk anda.

Sedangkan Brand adalah nama yang punya makna (value). Sebuah nama yang punya makna akan membangun ikatan emosi dengan konsumen.

Mengandung arti bahwa apabila sebuah Merek (nama) gagal membangun ikatan emosi maka merek tersebut gagal menjadi brand dan tetap menjadi Merek yang gak punya arti apa-apa bagi konsumen.

BRAND adalah emosi atau persepsi yang menggambarkan 'hubungan menyeluruh' seseorang terhadap suatu produk. Brand merupakan hubungan emosi antara seseorang dengan sebuah produk.

Contoh : Ketika seseorang membeli jam tangan merek Rolex, maka dia akan merasakan manfaatnya sebagai jam tangan sekaligus dia merasakan makna dipandang sebagai pengusaha sukses.

Contoh kedua adalah mendiang bung Karno. Nama bung Karno sangat bermakna bagi seluruh rakyat Indonesia, sebagai proklamator kemerdekaan Indonesia, sebagai penyambung lidah rakyat, dan sebagai Presiden pertama Republik Indonesia dan ini membuat seluruh rakyat Indonesia mencintainya.

Saat seorang mengucapkan dan mendengar nama Bung Karno, maka yang langsung terlintas dibenaknya adalah Proklamator kemerdekean Indonesia dan Presiden RI pertama. Ini juga termasuk brand.

Dari kedua contoh kasus diatas jelas bahwa Nama bukan Brand. Merek bukan Brand.

Sekarang kita masuk pada Kesalahan yang berikutnya tentang memaknai Brand.

Kesalahan Fatal Yang Ke 2 : Menganggap Logo adalah Brand


Logo berasal dari bahasa Yunani, yaitu 'logos'. Yang berarti kata, pikiran, pembicaraan dan akal budi.

Pada awalnya yang lebih dulu populer adalah istilah logotype. Logotype adalah elemen tulisan saja.

Logotype pada awalnya hanya huruf saja lalu ditambah dengan elemen gambar sesuai perkembangan kreatifitas ; symbol, huruf, logogram, gambar, ilustrasi menjadi satu. Dan lalu disebut LOGO.

Fungsi Logo :

  • menjadi identitas visual yang membedakan dengan identitas visual milik pesaing.
  • menjadi tanda kepemilikan yang dilindungi payung hukum - Hak Kekayaan Intelektual
  • menjadi tanda jaminan kualitas untuk mencegah peniruan atau pembajakan
Sedang Brand memiliki makna yang jauh lebih dalam dan luas daripada logo. Bila logo hanya mencakup Visual identity, maka Brand mencakup keseluruhannya, baik tangible, maupun intngible.

Seperti yang dikatakan Marketers Mc Nelly and Speak:

Your brand is a perception or emotion, maintened by somebody other than you, that describes the total experience of having a relationship with you.

Juga apa yang dikatakan Pakar Branding kelas dunia Walter landor (founder Landor Associates) : 

Products are created in the factory. Brand are created in the mind.

Jelas bahwa Logo bukan Brand. Brand adalah Value dan Logo adalah identitas Visual.

Membuat identitas, termasuk logo, merupakan salah satu kegiatan branding.


Nah itu perbedaan antara Merek dengan Brand dan Logo dengan Brand.

Bagaimana apakah anda sudah paham? jika belum, silahkan baca lagi pelan-pelan ya

Jika anda ingin mempelajari lebih dalam lagi tentang Brand, anda bisa langsung belajar sama Pakar Branding Indonesia, yaitu Pak Subiakto Priosoedarsono, silahkan follow instagram beliu @subiakto

Baca Juga
SHARE
Ady Kusanto
Blogger pemula yang masih belajar

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a Comment