FfbrH7Hd32dBIzJfRUFjQOMyo355V6UzX2vYTtb5
Cara Mempengaruhi Calon Pembeli Dalam 15 Detik

Cara Mempengaruhi Calon Pembeli Dalam 15 Detik

cara mempengaruhi calon pembeli dengan IG Story
Lebih tepatnya judul artikel ini adalah Cara mempengaruhi calon pembeli dalam 15 detik melalui iklan story Instagram. Apakah anda sudah tau?

Jadi pada artikel kali ini saya akan bahas tentang bagaimana membuat promosi hanya dalam 15 detik melalui iklan story Instagram, yang mampu mempengaruhi calon pembeli. 

Mengapa 15 detik?

Karena saat ini, para pengguna Instagram makin candu memerhatikan 'story' yang hanya berdurasi 15 detik. Inilah perubahaan yang terjadi sekarang. Calon pembeli Anda, sudah tidak betah dengan konten yang terlalu lama.

Yup! Buktinya, konten story Instagram menjadi sangat digemari. Hanya 15 detik, dan jempolnya gak nahan untuk tap, tap, tap. Swipe, geser, melihat story lainnya.

Dalam era perubahaan seperti ini, tentu saja cara berpromosi Anda harus mampu lebih kreatif. Bahkan hanya dalam 15 detik harus mampu membuat target market Anda penasaran, kepo, akhirnya mau 'swipe up' mengunjungi web atau kunjungi akun Instagram Anda untuk mempelajari lebih lanjut apa yang Anda tawarkan.

Bagaimana caranya? Silahkan simak artikel ini sampai tuntas.


Membuat Promosi 15 Detik Yang Mampu Menarik Perhatian Calon Pembeli


Untuk membuat promosi 15 detik, tentu sebelum menjawabnya kita bahas dulu mengenai target market. Dimana target market itu ada 3 jenis. Yaitu Cold market, Warm market, dan Hot market.

Saya rasa Anda sudah paham soal cold, warm dan hot.

Cold market adalah mereka yang masih dingin, yang belum mengenal merk Anda, belum aware dengan value produk Anda. Makanya, bagi cold market tugas Anda ada 3 :


  • Membuat mereka kenal (tau) dengan merk Anda
  • Dibuat mereka sadar bahwa mereka punya masalah dan solusinya ada pada produk Anda. Atau dikenalkan value yang Anda tawarkan Sehingga mereka mulai tertarik
  • Setelah itu, mereka akan mulai minat dan kepo dengan penawaran Anda. Dan pada saat inilah, posisi cold market berubah menjadi warm market.

Yang kedua, adalah Warm market. Jenis audiens ini adalah mereka yang sudah kenal, sudah mengunjungi web, sudah jadi follower, dan biasanya mulai ada ketertarikan dengan produk / jasa Anda.

Maka disini tugasnya adalah memberikan penawaran yang mendorong dan membuat mereka lebih berhasrat untuk 'membeli'.

Anda bisa membuat penawaran dengan memberitahu kelebihan produk, fitur-fiturnya, bonusnya, designnya, cerita dari pengguna lain (testimoni), dll. Intinya diberi dorongan, supaya mereka makin tertarik dan berhasrat mau beli produk Anda.

Yang ketiga, Hot market. Ini adalah jenis market yang sudah beli produk Anda. Tugasnya dibuat terjaga interaksi, berikan after sales, dan tawarkan produk-produk lainnya.

Nah, sekarang kita kembali ke pertanyaan awal.


Bagaimana membuat penawaran yang menarik perhatian hanya dalam 15 detik?


Jawabannya adalah tergantung.


Tergantung dimana Anda promosinya? Kalau Anda promosi dengan cara endorse, atau iklan di Facebook (Facebook Ads) yang menyasar ke audiens baru, rata-rata mereka belum kenal dan masih dingin.

Berarti ini ditujukan untuk jenis cold market. Benar?

Kalau begitu, promosi yang dibuat harus tepat untuk cold market. Seperti yang Anda baca diatas, untuk cold market tugasnya ada 3 (silahkan baca kembali diatas).

Setidaknya ada beberapa cara untuk menarik perhatian cold market. Diantaranya, Anda bisa gunakan video promosi, bumbui dengan judul kalimat (headline) yang menarik perhatian mereka. 

Atau bisa gunakan gambar, tapi gambar yang benar-benar mengundang perhatian mereka. Bukan sekedar foto biasa, apalagi gambarnya burem dan gak enak dilihat.


Kemudian apa penawarannya yang bisa cepat menarik perhatian audiens? 


Salah satunya Anda bisa gunakan : PAIN AND GAIN. 

Pain adalah rasa sakit, atau masalah mereka. Dan gain adalah yang ingin mereka dapatkan.

Pain and Gain ini intinya bikin mereka jadi sadar, kalo mereka itu punya masalah atau punya rasa sakit, dan punya keinginan. Dan produk kita adalah solusinya.

Naah, susunlah penawaran tersebut hanya dalam beberapa kalimat, gambar yang tidak terlalu banyak informasi, dan video yang hanya 15 detik.

Untuk tau pain and gain? Anda harus ngerti dulu siapa target marketnya. Pelajari siapa target market Anda, tanyakan langsung (dengan menyebarkan kuisioner misalnya, berikan hadiah agar mereka mau kontribusi). Pokoknya cari tau.

Mereka itu painnya apa, dan gainnya apa?

Misalnya.. Anda jualan parfum sepatu dan deodorant kaki. Pelajari siapa target marketnya. Catat apa saja rasa sakitnya yang berkaitan dengan kaki dan sepatu.. Dan catat apa keinginannya.

Misalnya, dari sekian banyak pain and gain yang kita catat, paling dominan adalah : aroma tak sedap pada kaki dan sepatu. Mereka ingin menjadi lebih nyaman pakai sepatu.

Maka, jadikan 'aroma tak sedap' sebagai penawaran awal untuk cold market.

Nanti Anda bisa membuat kalimat penawaran singkatnya seperti ini :

"Cukup 3 semprotan untuk menghilangkan aroma tak sedap pada kaki selama seharian penuh.. Coba sekarang, untuk kenyaman Anda. Swipe up!"

Kalau Anda endorse, minta selebgram untuk ngomong kayak gitu. Sambil sebutkan merk dan akun Instagram Anda.

Sampai sini paham kan?

Sekarang, coba perhatikan satu story iklan dibawah ini :

Cara menarik perhatian pembeli dengan IG Story
Bagaimana menurut anda? Iklan ini cukup barhasil memikat calon pembeli..

Dari iklannya, kita bisa lihat bahwa menyasar cold market. Mengapa? Karena mereka menyusun kalimat yang tepat untuk cold market, dengan tujuan membuat cold market tertarik, lalu kepo (ditandai dengan tindakan swipe up), setelah kepo mereka masuk ke halaman web. Maka audiens cold ini mulai menjadi WARM, jadi kenal, anget-anget. Tinggal disajikan kalimat penjualan yang tepat di dalam web. Insyaa Allah closing.


Meskipun untuk closing bisa perlu 1 sampai 7 kali melihat iklan kita, baru berubah pikirannya untuk BELI.


Karenanya, dibutuhkan alur yang tepat saat ngikan.



Bagian mana saja yang bisa membuat cold market tertarik?


Mari kita bedah contoh iklan IG Story di atas..


  1. Gambar dagingnya yang menarik perhatian
  2. Kalimat iklannya yang menyasar "pain anda gain" cold market
  3. Permainan warnanya yang baik, Bisa menarik perhatian target marketnya.


Pada kasus ini, istri saya melihat iklan ini, langsung swipe up iklanya. Walaupun gagal closing.


Mengapa?


Karena webnya kurang jelas informasinya. Tidak diarahkan ke halaman spesifik, melainkan ke halaman home yang ada berbagai macam produk, sehingga membuat bingung, kemudian informasi pembeliannya agak sulit dan tidak ada iklan lanjutan yang bisa mengingatkan audiens.


Kalau saja direvisi isi webnya, dan dibuat iklan lanjutan untuk follow up mereka yang sudah masuk web, mungkin closing cukup banyak.


Iklan lanjutannya untuk WARM market bisa berupa video kisah (testimoni) dari pembeli lain yang bahagia karena terbantu dengan 'daging segar' yang mereka inginkan tanpa harus repot-repot ke pasar malam yang belinya bisa rebutan.


Alurnya, ketahui dulu siapa target market idealnya? Dan cari tahu pain and gainnya.


Dari study kasus daging segar ini, saya tanya ke istri. dan salah satu pain terbesarnya adalah : Susah cari daging segar yang bersih, karena harus kepasar malam dan dulu-duluan belinya.

Dan value yang ditawarkan oleh toko daging online ini tepat sekali. Menjadi solusi sajian daging segar tanpa perlu repot malam-malam ke pasar. Ditambah added value jaminan halal.


Kemudian menuliskannya dengan kalimat promosi yang pas bagi cold market.


Seolah-olah menyampaikan : beli daging segar buat masak apa saja, bisa dikirim gak usah rebutan tengah malam ke pasar. Dan halal..!


Gitu.. paham kan?


Pain and Gain ini hanya salah satu sudut. Sementara masih ada sudut lainya yang bisa digunakan untuk promosi.


Sekian dulu artikel kali ini, semoga anda bisa memahaminya.

Jika anda ingin mempelajari lebih banyak ilmu marketing dan bisnis online anda bisa mengikuti KelasBOS Indonesia. Disana anda banyak belajar tentang bisnis online dan teknik penjualan lainnya.
Baca Juga
SHARE
Ady Kusanto
Blogger pemula yang masih belajar

Related Posts

Subscribe to get free updates

4 comments

  1. Nice tips.. Cara2 tergantung kondisi pembelinya... Apakah cold, warm atau hot market. Mantap

    ReplyDelete
  2. Wah mantap gan artikelnya 👍

    ReplyDelete

Post a Comment