FfbrH7Hd32dBIzJfRUFjQOMyo355V6UzX2vYTtb5
Inilah Perbedaan Investor Dengan Rentenir Yang Perlu Anda Tahu

Inilah Perbedaan Investor Dengan Rentenir Yang Perlu Anda Tahu

Perbedaan Investor dengan Rentenir.

Dalam membangun sebuah bisnis tentunya kita membutuhkan yang namanya modal usaha. Mulai dari modal awal hingga modal untuk scale up bisnis ke tahap yang lebih besar.

Modal bisa berupa uang, barang, jasa, dan lainnya. Biasanya para pelaku usaha yang sedang membutuhkan modal akan mencari investor yang mau menginvestasikan uang mereka pada bisnis yang sedang dibangunnya.

Kenapa tidak ngutang aja di bank atau dimana gitu?

Berhutang untuk membangun bisnis itu sangat tidak dianjurkan. Terutama bagi yang baru mulai membangun bisnisnya.

Memang selama ini berhutang masih tetap menjadi solusi no.1 dalam memulai bisnis jika kita tidak memiliki modal. Padahal, ada satu lagi konsep yang terlupakan, yaitu Equity Deal. Apa itu?

Equity Deal adalah konsep kerjasama, sifatnya adalah kepemilikan harta. Anda bisa bekerja sama dengan para investor untuk sama-sama menjalankan bisnis anda, atau menanamkan modalnya di bisnis anda. Yang perlu diperhatikan adalah bahwa investor yang anda cari benar-benar investor profesional, bukan investor amatiran, apa lagi abal-abal (saya menyebutnya Rentenir).
Banyak orang yang belum bisa membedakan mana Investor profesional dan mana Rentenir.

Perbedaan Investor Profesional Versus Rentenir:

INVESTOR RENTENIR
Keritis dan berhitung sebelum melakukan investasi Bermuka manis dan merayu ketika melakukan investasi
Siap menanggung resiko bersama (minimize the risk) Tidak mau ikut tanggung resiko (eliminate the risk)
Support system Tidak mau tahu
Dapat untung ketika pengelola bisnisnya untung Maunya tetap untung walaupun pengelola bisnis buntung
Profit yang diterima naik turun, tidak pasti, tergantung profit bisnisnya Profit yang diterima fix sekian persen perbulan
Fokus pada resiko Fokus pada keuntungan
Cerewetnya luar biasa Tidak terlalu berfikir panjang

Mencari investor jelas tidak semudah mencari rentenir. Anda perlu meyakinkan investor agar dia benar-benar yakin mau menginvestasikan uangnya di bisnis anda. Beda halnya dengan rentenir, ketika anda menawarkan kerjasama dengan rentenir, mereka akan dengan mudah menggelontorkan uangnya. Mungkin awalnya tak sebawel investor, tapi akhirnya nanti akan melebihi kebawelan investor jika faktanya tidak sesuai harapan. Maka dari itu berhati-hatilah ketika ada orang yang mau berinvestasi di bisnis anda, investor atau rentenir kah dia?

Kalau tadi dari sudut pandang anda sebagai pengelola bisnis yang mencari investor, sekarang dari sudut pandang anda sebagai yang ditawari oleh orang untuk investasi. Jika ada yang menawarkan investasi dengan profit fix sekian persen, itu sama artinya dia menawarkan anda untuk jadi rentenir. Uniknya banyak masyarakat kita yang suka skema seperti ini, yang pengembaliannya fix dan presentasi bagi hasil yang besar, tidak mau repot belajar. Mereka tidak sadar, bahwa profit fix yang mereka dapatkan itu diambil dari uang investor yang invest belakangan. Profit yang dibagikan bukan dati keuntungan bisnis yang mereka lakukan melainkan dari uang investor belakangan. Kalau mereka bilang uangnya diputar di bisnis, bisnisnya fiktif, paling banter hanya kedok.

Kejahatan berkedok investasi yang dilakukan oleh para "rentenir cerdas" ini berulang kali terjadi, herannya masyarakat kita tidak kapok.

Kedok bisnisnya bermacam-macam, mulai dari distribusi oli, ternak sarang walet, derivatif emas, supplyer sayuran, dan lain-lain. Milyaran uang masyarakat terbuang percuma, hanya karena iming-iming kaya dengan cepat dari si rentenir.

Oleh karena itu, mari kita berhati-hati dengan modus seperti ini. Jangan mudah tergiur "rayuan setan" yang membisikan pada telinga anda bahwa mendapatkan uang itu bisa sangat mudah, bahkan hanya dengan diam saja di rumah tanpa kerja keras.

Carilah investor, bukan rentenir. Investor akan menolong anda, rentenir akan menghancurkan anda.


Tips Mendapatkan Investor


Berikut adalah beberapa tips yang bisa anda lakukan untuk mendapatkan investor. Silahkan anda praktikan.

  • Siapkan diri anda dengan apa yang akan anda tawarkan. Kuasai bisnisnya, bukan hanya produknya.
  • Bicara dengan bahasa mereka. Peluang, peluang, dan peluang! Tidak hanya sekedar mendapatkan uang.
  • Jelaskan potensi pasar dari bisnis tersebut. Lebih baik lagi jika sudah ada permintaan dari pasar.
  • Bangun kredibilitas. Buatlah kartu nama yang menjual, berpakaianlah dengan rapi, dan bangunlah kedekatan dengan investor.
  • Ciptakan track record yang bagus. Investor pasti melihat track record anda.
  • Bergabunglah dengan klub-klub investor. Yakinlah, diluar sana terlalu banyak orang-orang yang kelebihan uang tapi bingung mau digunakan untuk apa. Saatnya anda hadir untuk menjawab keinginan mereka.
  • Berdoalah kepada Allah. Sesungguhnya DIA lah investor terbesar dalam hidup kita.

Nah itulah artikel tentang perbedaan investor dengan rentenir yang bisa saya bagikan kali ini. Semoga bermanfaat buat teman-teman yang sedang mencari investor untuk bisnisnya.

Salam sukses

Sumber : buku 7KFPP (karya Dewa Eka Prayoga)

Baca Juga
SHARE
Ady Kusanto
Blogger pemula yang masih belajar

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a Comment