FfbrH7Hd32dBIzJfRUFjQOMyo355V6UzX2vYTtb5
3 Tahapan Dalam Bisnis Yang Harus Dilalui

3 Tahapan Dalam Bisnis Yang Harus Dilalui

Bisnis adalah sebuah proses
Bisnis adalah sebuah proses.Yang namanya proses itu bertahap, tidak langsung, dan tentunya butuh waktu. Ada beberapa tahapan yang harus dilalui.

Berikut Adalah Tahapan-Tahapan Dalam Bisnis:


#Tahap Pertama : STARTING

Starting berarti memulai, dalam tahap memulai ini ada 2 indikatornya:

1. VALUE
Artinya anda harus menemukan apa yang ssesungguhnya yang ingin anda jual

2. SELLING
Anda mampu menjual value yang dimiliki.

Sudahkah anda memulai tahapan ini? apakah anda benar-benar sudah menemukan veaue bisnis anda? Bagaimana cara menjualnya?

Jika anda belum menemukan value bisnis anda, saya akan bantu mengarahkan anda untuk menemukannya. Coba tuliskan jawaban anda dari pertanyaan-pertanyaan berikut ini:

  • Apakah anda yakin bahwa Allah menciptakan anda dengan sebaik-baiknya bentuk, lengkap dengan potensi yang diberikan?
  • Diantara banyaknya potensi yang terlah Allah berikan, potensi apakah yang paling besar?
  • Jika sekiranya anda ingin bermanfaat bagi orang lain dengan menggunakan potensi tersebut, manfaat spesifik apa yang ingin anda berikan?
  • Jika manfaat tersebut dikemas dalam bentuk produk, produknya berupa barang atau jasa?
  • Apa yang membedakan produk yang anda miliki dibandingkan dengan produk yang sejenis?
  • Siapakah yang benar-benar membutuhkan produk anda tersebut?

Apakah anda sudah menjawab pertanyaan-pertanyaan diatas? Bagaimana hasilnya?

Sebenarnya, ketika kita berbisnis, kita bukan menjual produk. Semakin kita berusaha menjual produk, semakin sulit untuk mendapatkan hasil yang diharapkan. Kenapa? karena sesungguhnya yang kita jual adalah value.

Maksudnya?

Sebagai contoh, ketika kita memutuskan membeli shampo, ada yang beli karena shampo tersebut dapat menghilangkan ketombe dan tidak balik lagi, ada yang beli karena dapat meluruskan rambut, ada yang beli karena shamponya harum, dan lain-lain. Jadi kita beli shampo bukan semata-mata karena produknya, tapi karena manfaatnya, karena value yang dimiliki.

"Kita Bukan Jual Produk, Tapi Kita Jual Value"

Apa kuncinya agar value kita diterima oleh pasar dengan baik?

Kuncinya adalah value kita harus menjawab salah satu atau ketiga hal ini:

  • DREAM : Sebisa mungkin value kita bisa membantu mereka mencapai impian mereka
  • NEED : Sebisa mungkin value kita mampu memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka
  • PAIN : Sebisa mungkin value kita dapat menyelesaikan masalah, penderitaan, dan rasa sakit mereka

#Tahap Kedua : RUNNING


Dalam proses ini ada 2 indikatornya:

1. SDM
Merekrut karyawan dan memiliki tim yang solid

2. SISTEMASI
Anda melakukan sistemasi bisnis, tidak ketergantungan pada individu tertentu, dan berusaha agar bisnisnya autopilot.

Apakah anda sudah memiliki karyawan dan tim yang solid? Apakah bisnis anda sudah mampu berjalan tanpa adanya kehadiran anda? Jika jawabannya adalah sudah, SELAMAT! Anda sudah berhasih melalui tahapan ini. Tapi jika belum, tenang saja, saya akan coba bantu jelaskan kepada anda bagaimana caranya.

Baca Juga : 5 Macam Saluran Distribusi Yang Handal dan Low Budget

Seperti yang saya katakan diawal, saat pertama kali buka bisnis, jangan langsung rekrut karyawan. Karena anda harus tahu seluk-beluknya terlebih dahulu. Tapi ketika anda memang sudah saatnya rekrut karyawan, silahkan anda lakukan. Kuncinya, dalam merekrut karyawan harus memerhatikan ketiga hal ini:

  • SKILL
  • PASSION
  • INTEGRITAS

Jika sekiranya karyawan anda memiliki passion dan integritas, tapi tidak memiliki skill, anda tinggal melatihnya. Berikan training khusus agar mereka mampu menguasai skill-skill yang memang harus dikuasai sesuai bidangnya.

Jika sekiranya karyawan anda memiliki integritas dan skill, tapi tidak memiliki passion, anda bisa memutasi atau memindahkan mereka pada tempat yang tepat sesuai passionnya. Selain itu, anda bisa memotivasi mereka agar hasrat dalam bekerjanya tumbuh.

Jika sekiranya karyawan anda memiliki skill dan passion, tapi tidak memiliki integritas, hati-hati dengan tipe orang seperti ini. Karena merekalan yang kedepannya berpotensi dari karyawan menjadi kompetitor. Tak ada cara lain selain memecatnya.

Bagaimana cara membentuk tim yang solid?

Dalam bahasa inggris tim adalah TEAM, berarti Together Everyone Achieve More. Bersama-sama semua orang bisa mencapai lebih....
Agar bisa memiliki tim yang solid, pastikan seluruh anggota tim bisnis anda memiliki ketiga hal ini:

  • TAKE OWNERSHIP : Mereka memiliki rasa kepemilikan yang tinggi terhadap bisnis dan produk
  • CARE : Mereka peduli terhadap sesama anggota tim dan masalah yang terjadi
  • RESPONSIBILITY : Mereka bertanggung jawab terhadap tugas-tugas dan target yang telah ditetapkan

Bagaimana cara melakukan sistemasi bisnis?

Kunci sederhananya adalah sebagai berikut:

  • Saya melakukan, Anda melihat
  • Anda melakukan, Saya melihat
  • Anda melakukan, Saya tidak melihat

Apa saja yang harus disistemasi?
Ada 4 bagian yang harus anda sitemasi, yaitu:

  1. HUMAN : Mulai dari perekrutan, jengjang karir, reward dan punishment, dll.
  2. OPERATION : Mulai dari penyedian bahan baku, sistem stocking, packing, distribusi, dll
  3. FINANCE : Mulai dari sistem pencatatan, jurnal, laporan keuangan, dll.
  4. MARKETING : Mulai dari pencatatan jumlah prospek, pola repeat order, pola kerja sama, pola penjualan, dll

#Tahap Ketiga : GROWING


Dalam proses ini ada 2 indikatornya, yaitu:

1. UP-GRADE SKILL
Anda melakukan peningkatan skill untuk karyawan dan tim anda, mulai dari pelatihan skill teknis, komunikasi, penyelesaian konflik, keuangan, manajemen, NLP, dll.

2. DUPLIKASI
Anda menduplikasi bisnis anda sehingga bisa diterapkan di berapa daerah dengan tingkat keberhasilan yang sama.

Itulah tahapan-tahapan dalam bisnis. Sdar tidak sadar, anda pasti melaluinya. Walaupun terkadang tidak melalui tahapannya secara urut. Tapi inilah proses, jika anda dapat melaluinya dengan baik, bisnis anda akan menjadi bisnis yang LUAR BIASA.

Sekian dulu artikel kali ini, semoga bermanfaat.

Sumber : Buku 7 KFPP (karya Dewa Eka Prayoga)
Baca Juga
SHARE
Ady Kusanto
Blogger pemula yang masih belajar

Related Posts

Subscribe to get free updates

4 comments

  1. Hmmm benar juga ya.. Sebenarnya yang dijual itu bukan produk, tapi value atau manfaat dari produk tersebut

    ReplyDelete

Post a Comment