FfbrH7Hd32dBIzJfRUFjQOMyo355V6UzX2vYTtb5
5 Macam Saluran Distribusi Yang Handal & Low Budget

5 Macam Saluran Distribusi Yang Handal & Low Budget

Image via http://www.variausaha.com/

Apa sih yg dimaksud dengan Saluran Distribusi?


Saluran distribusi (SD) adalah perusahaan atau individu yg berfungsi untuk menyalurkan produk/jasa dari produsen ke konsumen. Tugas SD adalah menjangkau pelanggan serata mungkin dan jangan sampai ada celah kompetitor untuk merebut pelanggan, saat mereka tidak dapat menemukan produk Anda.

Sangat disayangkan jika Anda telah menginvestasikan waktu dan biaya untuk mengedukasi pasar, ehhh malah kompetitor yang menyabet.

Nah apa saja sih yang termasuk Saluran Distribusi yg handal dan low budget?


Ada 5 saluran distribusi yang handal dan juga tentunya dengan modal yg murah, ok mulai saja sekarang kita bahas.


1. Franchise, mitra usaha (BO); pembangunan outlet didanai oleh franchisee (pengambil franchise).

Alurnya seprti berikut ini:

Franchisor => Master Franchise => Fanchisee => Konsumen.

  • SD jenis ini lazim diguanakan untuk tempat pemasaran makan, minuman yg diramu, kumpulan produk, jasa, apapun yg memerlukan sistem.
  • Biasanya berbentuk outlet atau bangunan.
  • Franchisor adalah pemilik merek dagang dan sistem feanchise.
  • Master franchise adalah pengelola suatu wilayah franchise, yg membawahi beberapa franchisee. Fungsinya juga sebagai pusat pendistribusian (merangkap gudang) bahan/produk disuatu daerah.
  • Franchisee adalah pengambil hak 'outlet' dan sistemnya selama periode tertentu.
  • Selain biaya pengembangan sistem, nyaris no budget, karena pembukaan outlet dibiayai sepenuhnya oleh franchisee, bahkan dibayar dimuka.
  • Pemilihan lokasi yg strategis dan desain outlet yg menarik menambah brand image. Ingat: brand image adalah keterlihan. Semakin sering terlihat, semakin nancap dibenak konsumen.
  • Rata-rata franchisor, mengutip franchising fee (3-5 tahunan) ditambah royalty fee (2-7% dari omset). Jika sistemnya sudah auto pilot, biasanya ditambah management fee rata-rata sebesar 30% dari laba bersih.
  • Serupa dgn franchise adalah Lisensi, yaitu hak penggunaan (hanya) atribut dan merek dagang. Bedanya, franchise (yang benar) adalah adanya bantuan sistemnya secara keseluruhan (pemasaran, keuangan, operasional, SDM).
  • Dibawah franchise ada yg disebut Paket Usaha (Business Opportunity) alias 'jual gerobak' lepas, tanpa dukungan secara kontinu.
  • Franchisor yg benar seharusnya tdk bergantung dari pendapatan franchising fee, tapi dari royalty fee dan margin bahan yg disuplai ke franchisee. Tujuan utama dari sistem franchise adalah membuka jalur distribusi, bukan mendapat laba dari jualan gerobak saja.
  • Jika sistem belum teruji, rawan komplain dari franchisee.

2. MLM (Multy Level Marketing) 

Sistem MLM ini sudah sangat banyak di oleh perusahan-perusahaan. Anda tidak perlu membayar mereka untuk mempromosikan dan mendistribusikan produk Anda. Hanya saja tak mudah untuk membangun sistemnya.

Pabrik => Stokis => Upline/Downline => Konsumen.


  • Serupa dengan direct selling, tapi organisasi dan komisinya berjenjang.
  • Terbaik adalah untuk produk yg dikonsumsi secara berkala atau kontinu, yg harganya cenderung 'gelap' (bukan komoditas), seperti herbal, kosmetik, minuman, fashion.
  • Para pemasar adalah murni tenaga lepas (bukan karyawan) dengan sistem komisi.
  • MLM punya kelebihan pemberian 'iming-iming' komisi (marketing plan) yg membuat tergiur untuk berjuang.
  • Saking ngebet dengan komisi berjenjang yg menggiurkan, MLM sering tak mempedulikan kualitas produk. Bahkan kebanyakan kasus, bergeser menjual peluang usaha bukan menjual produk lagi. Hal ini juga yg mencemarkan nama baik MLM, membuat kebanyakan konsumen enggan didekati/diprospek.
  • Serupa dengan Franchise, MLM pembayarannya didepan, sangat bagus cashflow-nya.
  • MLM adalah SD yg sangat powerful, murah, cepat bertumbuh, tapi membahayakan jika tak kuat sistemnya.

3. Reseller

Kalau sistem reseller ini saya rasa sudah sangat populer di kalangan masyarakat sekarang ini. Sistemnya Bayar dahulu barang diantar kemudian, sehingga resiko nyaris tak ada. Setelah itu mereka mempromosikan produk Anda melalui online atau offline.

Alurnya seperti berikut ini:

Produsen => Reseller => Konsumen atau
Produsen => Distributor => Reseller => Konsumen.


  • Cocok untuk produk yg variannya tak banyak dan tak memerlukan ukuran (universal).
  • Contoh produk yg cocok : suplemen, kerudung, makanan yg kadaluarsanya lama atau yg laku keras (fast moving).
  • Produk/merek dipromosikan oleh para reseller secara gratis. Meski tak terjadi penjualan pun, merek sudah terkenal.
  • Barang dibayar dimuka, baru diantar.
  • Jika permintaan disuatu wilayah besar, untuk menghemat ongkos kirim dan memudahkan pelayanan, ditunjuk distributor yg nantinya membawahi para reseller area tersebut.
  • Sarana promosi reseller: gadget sepeti blackberry, smartphone, tablet, laptop, via media sosisal.
  • Kelemahannya adalah sulit mengontrol cara promosi para reseller. Yg ditakutkan mereka over promised, sehingga mengecewakan pelanggan.
  • Perlu disediakan sarana promosi yg standar, seprti desain banner, profil picture, agar kualitas promosi terjaga.
  • Ada baiknya diberi batasan waktu (hak) untuk menjadi reseller. Bisa jadi saluran ini tidak pas lagi untuk kedepannya.

4. Dropship

Ini mirip seperti reseller hanya saja dropship tidak stok produk sendiri, dia hanya meneruskan pembelian dari komsumen ke produsen dan produsen akan langsung mengirim barang ke konsumen.

Meski barang baru dikirim setelah laku, tapi 'mulut' mereka sudah kemana-mana mempromosikan merek atau produk Anda. Gak laku, ya gak dapat komisi.

Produsen/Web => konsumen via shipping, order via dropshipper.

Jika Anda pernah mengamati status BB kawan seperti ini : "<~ minat? PM yaa"

Nah, itu biasanya antara dropshipper atau reseller. Bedanya reseller menyimpan stok, dropshipper akan meneruskan order konsumen dan mengambil selisihnya.

  • Pengiriman barang sistem dropship, langsung dari produsen ke konsumen.
  • Produknya bervariasi atau banyak ukuran, hingga tak memungkinkan untuk menyimpan stok seprti reseller.
  • Contoh produk yg cocok ; pakaian, sepatu, tas, jam tangan, flash disk, hampir semua produk online bisa di dropship-kan.
  • karena tak perlu modal selain pasang foto produk, maka jumlah dropshipper juga lebih banyak daripada reseller. Bahkan para reseller busa merekrut dropshipper untuk membantu mempromosikan.
  • Otomatis lebih berdampak pada brand awareness, meski tak laku, promosinya sudah menyebar kemana-mana.
  • Kejelasan informasi produk dan aturan main perlu diperjelas didepan, agar tak salah paham nantinya.
  • Kelebihan di sisi produsen, karena dikirim langsung, mendapatkan database konsumen.
  • Kekurangannya adalah kerja ekstra untuk mengirimkan ke masing-masing alamat pemesan.

5. Affiliate marketing

serupa dengan dropship bahkan lebih powerful karena kebanyakan dari mereka memasarkan secara berbayar di media sosial. Beberapa affiliate network (pengelola), menawarkan fasilitas 'cookies', ini bukan kue yaa hehe, cookies itu semacam program menempel di browser untuk saat tertentu. Jadi si affiliate marketer bisa mendapat potensi penghasilan pasif, saat konsumen membeli ulang. Untuk varian produk yg besar, tentu membutuhkan program yg lebih rumit dan tangguh.

Web Affiliate (WA) => Konsumen via shipping, dipromosikan oleh Affiliate Marketer (AM).

  • Sistem affiliate ditemukan oleh William j. Tobin, namun dipopulerkan oleh Amazon.com . Intinya seorang AM mempromosikan link atau banner produk WA kepada konsumen via sosial media, milis, web/blog. Ssat konsumen mengklik link tersebut, maka sistem pelacak akan berfungsi. Sehingga ketika konsumen membeli produk tersebut, maka AM akan mendapat komisinya, bahkan tanpa konsumen sadari.
  • Selain sistem pay per sales ( dibayar jika ada penjualan) seperti diatas, terdapat juga affiliate sistem pay per lead ( dibayar jika menghasilkan prospek) dan pay per cliik (dibayar saat diklik).
  • Produk yg terbanya dijual dengan sistem affiliate adalah ebook, voucher, herbal, kosmetik dan produk yg biasa dijual online.
  • Jika produknya berupa jasa, bisa menggunakan sistem pay per lead untuj mendapatkan prospek. Biasanya dalam bentuk nama, email, telepon, dan data pribadi lainnya.
  • Sistem affiliate memangkas biaya promosi, karena promosi dilakukan oleh pihak AM.
  • Jika sistem internalnya tidak kuat, seperti selisih komisi, keterlambatan pembayaran, akan merusak citra WA.
  • www.store.yukbisnis.com (Yubistore) menjadi pelopor web affiliate network dengan komisi terbesar (untuk produk fisik) di Indonesia. Contoh populer lainnya adalah Agoda.com, penjual voucher hotel online.


Nah itulah 5 Saluran Distribusi yg handal dan low budget...
Dari kelima dasar saluran diatribusi diatas, Anda bisa menggunakan salah satu saluran distribusi dalam bisnis Anda atau Anda juga bisa mengkombinasikannya.


Sumber: buku "Buka Langung Laris"(7 Formula Mencipta Tren, low budget) penulis: Jaya Setiabudi

Informasi tambahan : Jaya Setiabudi adalah peraktisi pengusaha dengan jam terbang lebih dari 17 tahun (sejak 1998), juga mentor bisnis yang telah terbukti melahirkan pengusaha-pengusaha sukses di bidangnya. Dua buku yang ditulisnya terdahulu adalah Mega Best Seller: The Power Of Kepepet & Kitab Anti Bangkrut. Ia juga pendiri Sekolah Young Entrepreneur Academy ( sejak 2007) yang memegang rekor mencetak lebih dari 90% lulusannya menjadi pengusaha. Semua itu menghasilkan jam terbang yang tak diragukan lagi.

NB: Apabila Anda ingin meningkatkan omset bisnis Anda, atau bagi Anda yg baru mau buka bisnis tapi bingung mau mulai dari mana? Anda bisa mempelajari ilmunya di buku "Buka Langsung Laris" ini.
Anda bisa membelinya disini=> Buka Langsung Laris
Baca Juga
SHARE
Ady Kusanto
Blogger pemula yang masih belajar

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a Comment